Pasang Iklan and disini

Info Tech News

Info Tech News

Nasional

Artikel

Network

Tutorial

Ketahui Jenis File Gambar yang Tepat untuk Web

Bagi seorang developer web yang juga berperan sebagai web desainer, gambar sudah menjadi hal wajib untuk dimasukkan ke dalam projeknya. Ada banyak format file untuk gambar dan juga dapat digunakan untuk ditampilkan pada web browser untuk keperluan website, namun apakah sudah tepat dalam memilih format file nya? Kali ini CodePolitan akan kupas mengenai format file apa yang tepat digunakan untuk website, apa saja kah itu? Berikut ulasanya.

GIF

Format GIF dikembangkan oleh CompuServe Inc pada tahun 1987 dengan maksud agar dapat mentransfer gambar secara cepat melalui koneksi yang memiliki kecepatan rendah. Gif sendiri merupakan kependekan dari Graphic Interchange Format. Format ini memiliki ekstensi .gif dan untuk pengucapanya sendiri masih menjadi perdebatan publik antara “gif” atau “jif, namun sang pembuatnya, Steve Wilhite menyebutkan bahwa pengucapan yang benar adalah “jif”.
Untuk pewarnaan, format GIF mengenali hingga 256 warna (indexed color) dan menggunakan proses dithering yaitu proses mengkombinasikan 2 piksel warna menjadi satu warna untuk mengurangi jumlah warna yang digunakan sehingga dapat memperkecil ukuran file gambar yang dibuat. Format GIF mendukung warna transparan dan dapat memuat banyak frame gambar sehingga dapat digunakan untuk membuat gambar gerak (animasi). Ukuran file format GIF tergantung dari jumlah warna yang digunakan, semakin sedikit warna yang dipakai maka semakin kecil ukuran file nya.
Contoh Gambar GIF.
Sumber: wikipedia.org
File GIF ini sangat cocok untuk gambar dengan sedikit warna seperti ikon untuk web ataupun clipart. Karena kemampuanya dapat menyimpan banyak frame dalam satu gambar, format ini cocok digunakan untuk animasi. Dan ukuran file yang bergantung pada jumlah warna yang terpakai, maka format ini juga sangat cocok untuk gambar yang simpel dalam hal pewarnaan, misalnya untuk gambar garis pembatas, border, dan lain sebagainya.

JPEG

tipe File Jpg
Format file ini memiliki ekstensi .jpeg atau .jpg. JPEG merupakan kependekan dari Joint Photographic Expert Group dan mulai dikembangkan pada tahun 1986. Cara pengucapan JPEG adalah “jay-peg” bukanya “jepeg” yang sering kita ucapkan.
JPEG mendukung hingga 1 juta warna, sehingga dapat menyimpan gambar dalam format true color (24-bit). Meskipun dapat menyimpan sampai dengan 16 juta warna, JPEG dapat memiliki ukuran file yang sangat kecil karena format ini menggunakan teknik kompresi yang sangat komprehensif. Karena kemampuan kompresi nya yang tinggi ini, format ini sangat cocok untuk menyimpan gambar-gambar fotografi.
Meskipun kompresi gambar JPEG sangatlah efisien dan selalu menyimpan gambar dalam kategori warna true color (24 bit), format ini bersifat lossy, yang berarti bahwa kualitas gambar dikorbankan bila tingkat kompresi yang dipilih semakin tinggi. JPEG sendiri kompatibel dengan platform Windows dan Mac serta dengan kompatibel dengan banyak aplikasi web browser ataupun image editor.
Format JPEG ini akan sangat cocok untuk gambar diam, fotografi dengan gambar realistik, gambar dengan pewarnaan yang kompleks, dan gambar yang memiliki perubahan warna dari gelap ke terang secara detail.

PNG

Tipe File PNG
PNG (diucapkan “ping” atau “pi en ji“) mulai dikembangkan pada pertengahan 90-an sebagai alternatif format GIF dan JPEG tetapi masih memiliki keunggulan dari kedua format tersebut. PNG merupakan kependekan dari Portable Network Graphic dan memiliki ekstensi .png.
PNG memiliki 2 bentuk yaitu PNG-8 dan PNG-24. PNG-8 memiliki kesamaan sifat seperti GIF, yaitu mendukung hanya 256 warna (indexed color) serta mendukung transparansi 1-bit. Namun terkadang format PNG-8 ini memiliki ukuran file yang lebih kecil dibandingkan dengan GIF.
Kemudian PNG-24, format ini memiliki kesamaan dengan JPEG yaitu mendukung pewarnaan hingga 24-bit (true color) dimana memiliki kedalaman warna hingga 16 juta warna. Perbedaan dengan JPEG adalah PNG menggunakan kompresi loosless, artinya gambar yang dihasilkan memiliki kualitas yang luarbiasa namun ukuran file yang lebih besar dibanding JPEG.
Baik PNG-8 ataupun PNG-24 mendukung transparansi dimana tingkat transparansi nya dapat diatur dari mulai gelap (pekat) hingga transparan atau dapat disebut juga alpha channel. Format PNG dapat dipakai di berbagai platform dan browser ataupun aplikasi pengolah gambar, namun untuk beberapa browser jadul akan mendapati masalah dalam menampilkan PNG karena browser tersebut belum mendukung alpha channel.
Format PNG akan sangat cocok digunakan untuk gambar logo pada website yang terkadang dibutuhkan tranparansi/alpha channel. Selain itu PNG juga cocok untuk gambar fotografi berkualitas tinggi dimana ukuran file tidak menjadi pertimbangan.
Dengan menggunakan format gambar yang bervariasi dan sesuai dengan penggunaanya, tentu saja akan berpengaruh pada ukuran file gambar sehingga space pada hosting web pun dapat dihemat selain itu waktu loading pun dapat di efektifkan.

Bagi seorang developer web yang juga berperan sebagai web desainer, gambar sudah menjadi hal wajib untuk dimasukkan ke dalam projeknya. A...

Sejarah Perkembangan Web Design


Berbicara mengenai web design, tentunya kita sudah tak asing dengan yang namanya HTML, CSS, PHP dan bahasa lainnya untuk mengembangkan sebuah website. Website sendiri saat ini sudah berkembang pesat dibandingkan pendahulunya.
Bayangkan, sekarang sebuah website bisa dibuat dengan mudah, cepat, mampu menampilkan animasi dan lain sebagainya. Namun, tentunya perkembangan ini didahului dengan proses yang sangat panjang. mari kita simak..

Perkembangan HTML

HTML pertama kali diluncurkan pada tahun 1990 yang kemudian diikuti dengan munculnya website pertama pada tahun 1991. Website ini diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee. Pada peluncuran awal tersebut, HTML hanya dibekali kemampuan untuk menampilkan teks dan link saja. Tentu membosankan membaca website seperti itu.
Tidak berhenti disitu, munculnya tabel untuk membuat layout pada tahun 1992 membuat perkembangan web akhirnya lebih diminati pengguna. Tentunya website yang dikembangkan dengan layout akan lebih menarik dibandingkan hanya berupa teks saja.

Perkembangan Flash dan Javascript

Pada tahun 1995-1996, flash dan Javascript mulai diperkenalkan. Hal ini membuat perkembangan web menjadi lebih pesat lagi. Dengan flash dan javascript, penggunaanya dapat membuat konten pada web menjadi lebih interaktif.

Perkembangan CSS

Dengan berkembangnya teknologi pada website, akhirnya pada tahun 1996 W3C memperkenalkan penggunaan CSS. Dengan CSS tersebut, akhirnya dapat membuat web menjadi lebih cantik dan tentunya tidak membosankan.

Perkembangan Web Dinamis

Pada saat itu, penggunaan web masih sebatas web statis saja. Hal ini membuat konten dari web menjadi kurang menarik. Oleh karena itu, pada tahun 1998 munculah PHP. Bahasa ini dikembangkan secara open source, dan terbukti membuat halaman web menjadi lebih dinamis. Proses update pada halaman web juga menjadi lebih mudah.
Setahun setelah itu, CSS3 muncul dan membuat halaman web menjadi lebih menarik lagi. Dengan dibekali kemampuan dan fitur baru sehingga merubah wajah web dan proses perkembangannya menjadi lebih menarik.

Web 2.0 

Penggunaan internet yang makin ramai membuat banyak developer akhirnya tidak berhenti pada web dinamis saja. Mereka mulai memperkanalkan web yang mampu berinteraksi secara langsung dengan user atau bahkan dikendalikan langsung oleh user.
Perkembangan inilah yang akhirnya memunculkan teknologi seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, Blogger dan lain sebagainya.

Mobile Web

Pada tahun 2008, perkembangan ponsel semakin canggih dan membuat pergeseran budaya masyarakat yang tadinya lebih memilih melakukan browsing internet dengan komputer kini beralih menggunakan ponsel. 
Hal tersebut akhirnya memunculkan trend baru untuk membuat web yang mudah dibaca dan digunakan oleh pengguna ponsel. Inilah awal dari perkembangan penggunaan responsive web design.

Nah, dari ulasan tersebut kita telah mengetahui perkembangan web mulai dari awal hingga saat ini. Tentunya trend penggunaan web akan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Apakah menjadi lebih menarik? kita tunggu saja. Karena tentunya penggunaan web juga akan semakin ramai. Sampai jumpa di artikel lainnya.

Berbicara mengenai web design, tentunya kita sudah tak asing dengan yang namanya HTML, CSS, PHP dan bahasa lainnya untuk mengembangkan se...

Hindari 5 Hal Ini Agar Tak Menjadi Korban Hacking



Liputan6.com, Jakarta - Hacking atau peretasan boleh dibilang menjadi salah satu hal yang ditakuti para pengguna internet (netter). Mengapa demikian, karena jika akun e-mail
atau situs jejaring sosial mereka diretas, data-data pribadinya bisa beralih ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Jika ditelusuri lebih lanjut, peretasan bukan hanya terjadi karena kepiawaian si peretas atau hacker. Sebab pada kenyataannya, keteledoran netter juga menjadi celah yang menyebabkan mereka menjadi korban peretasan.

Dihimpun tim Tekno Liputan6.com dari About, Minggu (4/10/2015), berikut ini 5 hal yang harus dihindari agar tidak menjadi korban hacking.


1. Menggunakan password yang sama untuk beberapa akun
Anda harus menghindari penggunaan password atau kata kunci yang sama untuk beberapa akun. Meski penggunaan password yang sama tampak menjadi ide bagus supaya Anda tidak perlu bersusah payah mengingat-ingat banyak passwords, di sudut pandang para hacker, hal itu justru sangat menguntungkannya. 

Terang saja, jika satu akun berhasil diretas, password yang sama di akun-akun lainnya akan dengan mudahnya diakses oleh si hacker. Karenanya, pilihlah password unik dan kuat bagi masing-masing akun untuk mencegah hal itu terjadi.


Hacker (wired.com)
2. Menggunakan enkripsi jaringan nirkabel yang lemah 
Jika Anda memiliki jaringan nirkabel di rumah Anda dan tidak mengenkripsinya, atau menggunakan enkripsi yang lemah, pada dasarnya Anda membiarkan siapa pun memiliki akses ke koneksi internet Anda. Di samping itu, Anda juga telah 'membantu' para hackerdengan membuka jalan bagi mereka untuk memata-matai lalu lintas jaringan Anda atau melakukan hal-hal buruk lainnya di koneksi internet Anda.

Akan tetapi, jika misalnya Anda telah mengaktifkan enkripsi, boleh jadi enkripsi yang Anda gunakan adalah enkripsi berbasis WEP yang usang dan sangat mudah diretas. Enkripsi WEP memang dikenal mudah diretas oleh sebagian besar hacker dan tidak terlalu berperan dalam memberi perlindungan dari hacker. Karena itu, pertimbangkan untuk menggunakan enkripsi berbasis WPA 2 dengan SSID name dan kata kunci jaringan nirkabel yang dapat disetel.



3. Menanggapi pesan pop-up dan atau e-mail tidak dikenal
Mengklik tautan di dalam e-mail yang tidak dikenal dan pesan pop-up adalah cara yang sangat cepat untuk membuat komputer Anda terinfeksi malware. Karena itu, sebaiknya Anda perlu menaruh kecurigaan tinggi terhadap e-mail yang tidak Anda kenal.

Bahkan pesan pop-up yang tampak tidak berbahaya mungkin merupakan sebuah usaha untuk memancing Anda mengklik. Oleh sebab itu, Anda perlu mengaktifkan fitur pemblokiran pop-up pada peramban (browser) Anda dan juga mempertimbangkan menggunakan plug-in seperti NoScript untuk melindungi diri dari pop-up berbahaya.



4. Menggunakan OS dan Aplikasi yang tidak diberi patch
Memasang patch keamanan secara tepat waktu sangat penting. Hacker dan penjahat dunia maya lainnya mengandalkan fakta bahwa banyak korban potensial mereka cenderung memiliki sistem yang tidak diberi patch, sehingga kerentanannya lebih tinggi.Hacker akan mengeksploitasi kerentanan untuk mendapatkan akses masuk ke komputer korbannya. Sebetulnya serangan semacam ini sering kali dapat dicegah, jika penggunanya menambal sistemnya dengan patch keamanan terbaru.

Aktifkan fitur 'auto-update' di sistem operasi Anda, sehingga komputer Anda secara otomatis dapat memasang patch keamanan segera setelah patch itu tersedia dari vendor sistem operasi Anda. Kemudian, tentukan pengingat kalender berulang untuk memeriksaupdate keamanan program atau aplikasi Anda lainnya. Waspadalah, terutama dalam mengelola aplikasi dan browser plug-in yang memiliki banyak interaksi dengan internet, seperti Adobe Flash, Acrobat, Java, dan sebagainya.



5. Mematikan Fitur Keamanan
Kadang-kadang pengguna menonaktifkan seluruh firewall di komputer mereka karena mengalami kesulitan dengan aplikasi tertentu yang terhubung ke internet. Karena itu, sebaiknya firewall cukup dinonaktifkan satu kali saja supaya program atau aplikasi yang dimaksud dapat berfungsi. Selanjutnya, pengguna mungkin lupa mengaktifkan kembalifirewall setelah mereka selesai menggunakan aplikasi itu, atau mereka mungkin memutuskan bahwa masalah yang mereka kira disebabkan oleh firewall tidak sebanding dengan perlindungan yang ada.

Pada perlindungan antivirus, kadang-kadang fitur lainnya yang sering dimatikan di komputer. Beberapa orang mematikannya dengan harapan bahwa mematikan antivirus akan meningkatkan kinerja komputer untuk menjalankan permainan atau aplikasi lainnya yang memakan banyak sumber daya. Padahal, fitur keamanan ini melindungi komputer dan data dari bahaya. Antivirus sangat penting untuk keamanan secara keseluruhan, sehingga menghapus atau menonaktifkannya sama saja dengan menyingkirkan pintu depan rumah Anda hanya karena Anda tidak suka pintu Anda mengeluarkan bunyi berderit-derit.

Jika fitur keamanan atau aplikasi menyebabkan masalah, cobalah untuk menemukan akar masalahnya, bukan hanya menonaktifkan perlindungan Anda. Jika pemindai virus Anda memperlambat sistem Anda, pertimbangkan pemindaian sistem yang terjadwal di tengah malam, ketika Anda tidak menggunakan komputer Anda.

Liputan6.com, Jakarta -  Hacking  atau peretasan boleh dibilang menjadi salah satu hal yang ditakuti para pengguna internet ( netter ). Meng...

Waspadai Lokasi Ini, Hacker Diam-diam Mengintai Anda

Teknologi saat ini memang semakin berkembang bahkan dapat dibilang bila teknologi telah mengambil alih sebagian dari hidup kita.
Liputan6.com, Jakarta - Fasilitas Wi-Fi gratis di tempat umum sangat diminati banyak orang. Namun berhati-hatilah karena saat ini fasilitas Wi-Fi umum menjadi target utama aksi kejahatan cyber para hacker.

Menurut studi Kaspersky Lab dan B2B Internasional, sebanyak 26% pengguna melakukan adaptasi aktivitas yang mereka lakukan saat sedang online dengan menggunakan jaringan Wi-Fi umum yang tidak aman. Namun demikian, ada fakta bahwa para hacker tetap bisa mencuri data dan password pengguna.

Namun, hanya beberapa orang di antaranya yang mengambil tindakan untuk mengurangi risiko. Hanya 47% pengguna yang menggunakan fitur keamanan yang ada pada perangkat mereka, seperti kemampuan remote blocks atau find-my-device.

Lebih lanjut studi ini menemukan bahwa sebanyak 87% pengguna menyimpan data rahasia, penting, dan terkadang data yang tidak dapat digantikan dalam smartphonemereka, mencakup password, pesan, foto, kontak, serta berkas penting lainnya. Satu dari empat mengatakan di dalam perangkat pribadi mereka terdapat informasi sensitif milik mereka yang tidak ingin diketahui orang lain.

Terlebih, perangkat tersebut dibawa dan digunakan di mana saja, termasuk di tempat kerja (52%), di dalam mobil (41%), transportasi umum (39%), di tempat tidur (58%) dan bahkan di dalam toilet (29%). Ketika berada di luar rumah, perangkat ini berpotensi terkena berbagai risiko seperti rusak, hilang dan dicuri serta diretas oleh hacker atau bahkan memata-matai pengguna.

Menurut penelitian, sebanyak seperempat dari perangkat yang telah ditemukan setelah sebelumnya hilang atau dicuri mengalami kebocoroan informasi atau rahasia pribadi. 

Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa pengguna dapat luput dari hacker dan lebih aman apabila digunakan di dalam rumah. Bahkan di rumah sekali pun, risiko dan tantangan yang dihadapi berbeda, bahkan terkadang lebih berbahaya, khususnya di lokasi yang sensitif seperti tempat tidur dan toilet.

Kaspersky Lab mengimbau agar para pengguna menyetel password yang kuat pada perangkatnya dan juga pada akun online mereka serta tetap berhati-hati ketika mengakses situs-situs serta mengunduh aplikasi lewat jaringan Wi-Fi yang tidak aman.

Teknologi saat ini memang semakin berkembang bahkan dapat dibilang bila teknologi telah mengambil alih sebagian dari hidup kita. Liputan6.co...

Daftar Kebiasaan Buruk Pengguna Internet di Berbagai Negara

Hacking, Keamanan, Retas. Ilustrasi: Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Kaspersky Lab melakukan pengujian ketangkasan siber terhadap lebih dari 18.000 pengguna di berbagai negara. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mereka berperilaku di internet dan seberapa berisikonya kebiasaan online mereka. 

Para responden diberi serangkaian situasi online standar yang biasa dihadapi oleh sebagian besar pengguna, dan terdapat berbagai jawaban yang dapat mereka pilih. 

Dari semua pilihan jawaban "berbahaya" yang dipilih responden (seperti, pilihan jawaban yang menyebabkan hilangnya aset digital, identitas, uang, dll), sebagian besar merupakan respons ketika menyikapi situasi di mana pengguna harus mengidentifikasi ancaman siber spesifik.

Terungkap, menurut keterangan resmi yangTekno Liputan6.com terima, 76 persen responden tidak dapat membedakan halaman web asli dan palsu--di Meksiko angkanya mencapai 82 persen. Ketika dihadapkan pada ancaman serupa di web, para pengguna biasanya melakukan kesalahan dengan memasukkan identitas mereka pada halaman phishing yang memang dirancang untuk mencuri kredensial. 

Penjahat siber menggunakan data yang dikumpulkan dari situs-situs palsu tersebut untuk mengakses akun pengguna yang kemudian digunakan untuk menyebarkan iklan, file dan tautan berbahaya, serta mencuri uang dan data-data rahasia lainnya.

Secara ceroboh, 75 persen responden bahkan tidak memeriksa format dari file yang akan mereka unduh. Alih-alih file musik, misalnya, mereka kemungkinan besar malah berpotensi mengunduh virus, memilih 'scr' (screensaver--format umum untuk embedding virus), sebuah file executable 'exe' atau arsip 'zip' dengan konten yang tidak diketahui, dan bukannya file aman 'wma'. Warga Inggris (85 persen) adalah yang paling mungkin untuk jatuh ke dalam trik ini.

Selanjutnya, Jerman, Spanyol, dan Australia mengatongi skor rata-rata terbaik untuk ketangkasan siber, tetapi warga dari negara-negara ini ternyata masih banyak belajar. Misalnya, masih banyak warga Jerman yang menyimpan password mereka dalam format tidak aman--seperti menuliskannya pada selembar kertas. 

Warga Spanyol pun ternyata sering membuat backup yang tidak dapat diandalkan pada media fisik tanpa enkripsi atau proteksi terhadap password. Sementara warga Australia banyak yang tidak mengetahui browser dapat menyimpan history aktivitas online mereka.

Warga India, Jepang dan Malaysia, 

Untuk pilihan jawaban yang paling berbahaya, kebanyakan dipilih oleh para pengguna di India, Jepang dan Malaysia, di mana para penduduk masing-masing negara ini memiliki kebiasaan buruk yang berbeda-beda ketika online. 

Warga India tampaknya paling mudah tertipu. Mereka cenderung lebih mudah terbujuk untuk membuka lampiran mencurigakan di email, menambahkan siapa pun yang mengirimkan permintaan untuk menjadi teman, dan mengklik tautan dari teman-teman mereka di jejaring sosial tanpa mengecek terlebih dahulu apakah tautan tersebut tersebut aman. 

Jenis perilaku seperti ini menunjukkan pengguna di negara ini ada pada risiko lebih besar menjadi korban penipuan daripada pengguna di negara lain.

Beralih ke Jepang, ternyata orang-orang di sana mengabaikan keselamatan diri mereka sendiri dengan tidak menghiraukan pentingnya membuat backup dari data-data milik mereka dan berpikir bahwa mereka tidak memiliki data-data rahasia yang perlu dilindungi.

Selain itu, mereka cenderung tidak memperbarui sistem operasi dibandingkan dengan pengguna di negara-negara lain. Perasaan bahwa diri mereka aman dan bukan target serangan dengan mudah dimanfaatkan oleh penjahat siber - semakin sedikit usaha dari pengguna untuk melindungi dirinya, maka akan semakin mudah untuk meretas perangkat dan mencuri data atau uang.

Adapun warga Malaysia juga cukup mengkhawatirkan lantaran mereka menggunakan segala macam perangkat dan aplikasi tanpa menghiraukan bahwa keduanya pada dasarnya bukan diperuntukkan bagi korespondensi rahasia. Mereka juga memasang program pada perangkat tanpa membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan yang menyertainya, biasanya yang mereka lakukan adalah "next-next-next-agree". 

Dengan kata lain, mereka tanpa sadar menyetujui perangkat lunak tambahan dan adanya perubahan pengaturan pada OS ketika mengunduh aplikasi. Yang paling menyedihkan dari semua itu adalah fakta bahwa sepertiga dari responden dari negara ini juga bersedia untuk menonaktifkan solusi antivirus jika memblok proses instalasi dari program. 

Pada dasarnya, mereka memberikan perangkat lunak yang berpotensi membahayakan kebebasan penuh untuk melakukan apapun yang diinginkan pada perangkat mereka.


Ketika menyangkut perlindungan terhadap data keuangan, sikap yang paling berbahaya ditunjukkan oleh pengguna di Rusia dan Republik Ceko. Mereka lebih cenderung untuk membuat kesalahan ketika memilih situs perbankan yang aman dan juga mengakui bahwa mereka tidak mengambil langkah-langkah keamanan tambahan saat melakukan pembelian secara online.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kaspersky Security Network (KSN) untuk Q1 tahun 2016, banyak pengguna internet di Indonesia yang mengalami serangan ketika berselancar di web, adapun serangan yang paling banyak berasal dari Trojan-Clicker.HTML.Iframe.dg. 

Laporan ini juga mengungkapkan bahwa banyak terdeteksi objek berbahaya seperti Trojan.Win32.Wauchos.a di komputer pengguna serta Indonesia juga menjadi hostinguntuk program jahat yang paling aktif digunakan oleh penjahat siber.

Naluri mempertahankan diri merupakan hal yang umum pada diri kita semua. Dalam dunia nyata, banyak orang yang cukup siap untuk melindungi apa yang berharga bagi mereka. 

Namun, menurut survei ketangkasan siber, di dunia maya naluri ini sering kali gagal, padahal kehidupan pribadi, identitas, properti dan uang dari pengguna masih perlu untuk dilindungi ketika mereka online. Khususnya, bagi orang-orang yang cenderung membuat kesalahan berbeda-beda tergantung di mana mereka tinggal. 

Hacking, Keamanan, Retas. Ilustrasi: Freepik Liputan6.com, Jakarta -  Kaspersky Lab melakukan pengujian ketangkasan siber terhadap lebih dar...


Top