Pasang Iklan and disini

Info Tech News

Info Tech News

Nasional

Artikel

Network

Tutorial

Tips Menghasilkan Ribuan Dollar dari Google Adsense

Google Adsense telah menjelma menjadi sumber mata pencaharian paling besar dikalangan blogger di tahun-tahun kemarin sampai saat ini. Bukan hanya blogger, bahkan media mainstream juga berkumpul pada penghasilan dari Google Adsense. Ratusan bahkan ribuan dollar mereka hasilkan dari Google Adsense tiap bulannya.

Bagi media pemberitaan yang punya penulis sendiri, mencapai kesuksesan ini tentu bukanlah hal yang susah. Dengan modal yang tinggi dan sumber daya yang memadai semua bisa dilakukan dengan cepat. Namun, berbedah jauh dengan blogger yang membangun blognya secara mandiri. Hal ini akan terasa sulit, utamanya di dua tahun pertama menjalankannya.

Tapi, tidak sedikit pula blogger dengan latar belakang iseng menjalankan Adsense bisa menghasilkan uang lebih besar dari yang dibayangkan. Sebut saja Linda lkeji, wanita asal Nigeria. Penghasilannya bukan lagi ribuan dollar perbulan bahkan sudah mencapai ratusan ribuan dollar setiap bulannya. Itu berkat blog gratisan dari blogspot.

Kisah-kisah seperti Linda lkeji ini masih banyak. Pertanyaan kemudian, bagaimana sebenarnya agar bisa menghasilkan uang lebih banyak dari blog dengan hanya menjalankan Google Adsense.

Google sebenarnya sudah membocorkan cara ini jauh-jauh hari, namun hanya sedikit yang memakainya dan menerapkannya. Naik turun semangat para blogger juga menjadi faktor utama mengapa kunci jawaban dari Google Adsense ini sering kali disepelekan.

Google menyebut kunci sukses ini dengan sebutan "The Magic Wheel" atau "Roda Ajaib" untuk para publisher. Apa yang dimaksud tersebut? Lihat gambar dibawah ini.


Google menempatkan pengunjung atau visitor ada ditengah-tengah. Mereka dikelilingi oleh roda ajaib dari Google Adsense. Roda ini jika terus menerus berputar makan akan menghasilkan uang yang tidak sedikit. Tapi sayang, tidak selamanya seorang blogger mau menjalankan blogger ini dengan baik.

Apa saja unsur "The Magic Wheel" atau "Roda Ajaib" Google Adsense itu, simak penjelasan berikut ini:

1. Build Great Content
Hal utama yang Google Adsense minta dari seorang blogger adalah konten. Konten yang anda buat haruslah baik dan bermanfaat. Ibaratnya, konten yang tidak hanya menjadi sampah internet, namun memberi manfaat bagi siapa saja yang membutuhkan.

Google Adsense sangat menyukai konten yang bermanfaat besar. Namun sangat membenci konten yang dihasilkan dari ciplakan. Google juga masih sedikit mentolelir ciplakan yang dimodifikasi. Intinya adalah konten, konten dan konten. Jika ini tidak dibangun dengan baik, jangan harap penghasilan Adsense anda akan memadai.

2. Make Sure Content is Discovered
Setelah membuat konten yang baik, selanjutnya membuatnya ditemukan oleh peselancar di dunia maya. Sangat di sayangkan jika konten yang anda buat sangant bagus namun tidak dibaca oleh orang-orang. Hal inilah yang harus dikerjakan. Membuat konten tersebut dibaca lebih banyak orang.

3. Engage and Retain Users
Keunggulan media online adalah terciptanya duah arah komunikasi, penyedia konten dengan pembaca. Hal ini berdampak sangat baik bagi keberlangsungan Google Adsense. Konten yang baik dengan distribusi yang oke, harus dijaga dengan merawat pengunjungya.

Salah satu cara untuk merawat pengunjung adalah ikut terlibat dalam beberapa diskusi dan sebaik mungkin membuat nyaman para pengunjung tersebut. Nyaman disini bisa secara umum, dari tampilan blog hingga konten dan manfaat yang diberikan dari blog bersangkutan.

4. Generate Revenue
Saatnya berpenghasilan. Google memasang penghasilan ini dibarisan keempat dalam roda ajaibnya. Tentu ada alasannya. Itu artinya, Google meminta setiap blogger untuk membangun blognya lebih baik dahulu baru memikirkan penghasilan. Dengan blog yang baik, maka penghasilan akan jauh lebih baik.

Ibarat manusia yang baru lahir, mengenal nominal uang pun masih tahu. Begitulah blog, harus setahap demi setahap dulu. Ketika blog yang kita bangun bermanfaat, maka Google dengan suka rela menggelontorkan ribuan dollar buat kita setiap bulannya. Apalagi dengan pengunjung yang setia dan membludak setiap hari, dijamin tokcer.

5. Be Sustainable
Empat tahap diatas buatlah secara konstan dan berkelanjutan. Ini juga salah satu kunci kenapa banyak blogger yang gagal berpenghasilan dari Google Adsense, karena apa yang mereka lakukan tidak berkelanjutan. Padahal, semakin tua dan banyak konten dalam sebuah blog, penghasilannya juga akan semakin banyak.

Kadang kala, ada blogger yang setelah diterima menjadi publisher Google Adsense terlalu eforia akhirnya lupa untuk melanjutkan pembuatan konten berkualitas. Alhasil, banyak yang menempuh cara copy paste artikel. Bukannya berpenghasilan, malah buntung karena bisa saja Google melakukan banned atas akun tersebut.


Cukup lima unsur diatas yang harus dimiliki oleh seorang blogger bahkan perusahaan media sekalipun untuk berpenghasilan ribuan dollar dari Google. Tentu saja ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk peningkatan penghasilan. Namun, jika memahami lima unsur diatas, selebihnya sisa mengoptimalkan.


Jika masih ada yang kurang dari penjelasan diatas, silahkan melanjutkan dengan menambahkan pada kolom komentar. Kami akan dengan senang hati menerima masukan apalagi jika itu memberi manfaat atau membantu teman-teman kita yang masih sulit mendapatkan penghasilan dari Google Adsense.

Sekian dan semoga bermanfaat. Jangan Lupa Bahagia!

Google Adsense telah menjelma menjadi sumber mata pencaharian paling besar dikalangan blogger di tahun-tahun kemarin sampai saat ini. Bukan ...

Orang Terkaya Ketiga di Dunia Niat Pangku Yahoo

Orang Terkaya Ketiga di Dunia Niat Pangku Yahoo (Foto: CNBC News)


CALIFORNIA - CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett disebut berniat memangku bisnis internet Yahoo. "Oracle from Omaha" dikabarkan telah mengajukan tawarannya melalui sebuah konsorsium.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, Senin (16/5/2016), Yahoo tengah melelang aset-aset bisnis utamanya karena dilanda kesulitan finansial. Pada sesi lelang pertama yang digelar pertama bulan lalu, ada 10 penawar yang mengajukan minat untuk pembelian dengan nilai beragam antara 4 miliar dollar AS hingga 8 miliar dollar AS.

Kebanyakan tawaran berasal dari firma private equity. Google dan Verizon juga termasuk perusahaan yang berminat meminang Yahoo.

Sementara itu, Buffet yang merupakan orang terkaya ketiga sejagad ini menawarkan USD60,8 miliar sebagai mahar Yahoo. Buffet sebelumnya telah mengungkapkan bahwa Yahoo perlu perubahan signifikan dan dirinya berniat untuk memberikan perubahan itu.

Di sisi lain, Marissa Mayer yang menduduki jabatan CEO Yahoo sejak Juli 2012 harus memberikan pengumuman pedih pada 1.700 karyawan pada Februari. Pegawai-pegawai tersebut harus dirumahkan bersamaan dengan aset bisnis Yahoo lainnya yang dijual segera.

Orang Terkaya Ketiga di Dunia Niat Pangku Yahoo (Foto: CNBC News) CALIFORNIA - CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett disebut berniat me...

Nearly half of Asian businesses have no digital strategy

DESPITE all those catchy slogans and taglines – such as ‘data is the lifeblood of the business’ or ‘data is the new electricity of the business’ – 43% of Asian companies do not have a digital strategy, according to Microsoft Corp’s Asia Data Culture Study 2016 conducted by Asia Insight.

“That means there is no plan to action on driving digital transformation in meaningful ways to address customer value,” said Andreas Hartl (pic above), Microsoft Asia Pacific general manager of cloud and enterprise.

Despite this, business leaders are keen to take the use of data further, saying that the top five benefits of a data culture are being able to make real-time decisions (86%); efficiency in operations (85%); improved processes (82%); better business continuity (81%); and improved customer satisfaction and retention (77%).

“What does it tell us? When you look across Asia … the pattern is that we are not yet there when it comes to disruptive businesses,” Hartl told a recent media conference in Singapore.

The Asia Data Culture Study 2016 covered over 900 business leaders from medium to large companies across 13 markets including Singapore, Malaysia, Indonesia, Thailand and Vietnam.

Barriers and champions


The survey cited five common barriers to driving a data culture within an organisation: Perceived high costs (49%); data security concerns (43%); lack of digital skills in the workplace (36%); fear of change (33%); and securing budgets (31%).

Meanwhile, 87% of business leaders felt that the data culture should be driven from the topdown, pointing to the chief executive officer (CEO) or chief information officer (CIO) as the ones who should lead the charge.

The funny thing is that the C-suite has been about talking about its willingness to embrace the data culture for years, according to Microsoft’s cloud and enterprise corporate vice president Takeshi Numoto (pic).

“Just like breaking down silos in an organisation is not a new issue – it will forever be a management challenge, and this is just another rendition of it,” he said.

“You can have all the technology in the world, but if people are not willing to share data, it won’t work.

“It does underscore the need to bring the conversation to a higher level, instead of assuming that it will get solved on its own,” he added.

In terms of study respondents, even those reporting directly to the CEO said that only the CEO has the ability to put pressure to drive such a culture, according to Hartl.

“The interesting thing is, as part of the study, the level below the CEO, they see there is not enough pressure from other lines of business to drive that properly,” he said.

“The only person they feel is able to drive that change is the CEO,” he added.

This is why every organisation needs a ‘data champion,’ according to Trent Mayberry, managing director of Digital Solution Design at Accenture, and why we are seeing the emergence of the role of a chief digital officer. [Click infographic below to enlarge].

Data capabilities
 
The top five data capabilities Asian companies are looking to harness in the next 12 to 18 months are real-time analytics; cloud data storage; the Internet of Things (IoT); data visualisation; and predictive data analytics.

“No 1 was real-time analytics – processing in real-time and having a speed advantage you’re your competitors,” said Hartl.

“The IoT is only No 3 – it is the fastest growing in my part of the business, at 300% quarter-on-quarter,” he added, referring to the cloud business.

Organisations with a younger workforce may think they have already taken a big step towards a data culture, given younger people’s penchant for data sharing, but Hartl stressed the need for everyone to be on board, not just the millennials.

Accenture’s Mayberry pointed out that ultimately, an organisation’s decision makers are not from that generation.

DESPITE all those catchy slogans and taglines – such as ‘data is the lifeblood of the business’ or ‘data is the new electricity of the busin...

Miliarder Ini Bisa Cetak Rp 78 Triliun dalam 20 Menit


Liputan6.com, Jakarta - Kemampuan CEO Amazon Jeff Bezos memang patut diberikan apresiasi. Bagaimana tidak, dalam 20 menit lelaki ini mampu mencetak US$ 6 miliar atau sekitar Rp 78,9 triliun (asumsi kurs Rp 13.182 per dolar Amerika Serikat) ketika pembukaan pasar saham.
Melansir laman Time, Sabtu (30/4/2016), saham Amazon merangkak naik di atas 10 persen pada perdagangan Kamis lalu. Nilai valuasi saham Amazon pun mencapai US$ 82,9 miliar.
Lonjakan tersebut membuat Jeff Bezos mendapat banyak keuntungan. Miliarder terkaya nomor lima di dunia ini mampu mengantongi kekayaan yang cukup besar. Lonjakan tersebut bahkan mampu untuk membawanya menyalip orang terkaya nomor 4 dunia, Carlos Slim untuk sementara waktu.

Seperti halnya Mark Zuckerberg, Jeff Bezos juga telah mendapat kucuran kekayaan yang cukup besar dalam kurun waktu belakangan. Beberapa nama miliarder dunia juga akhirnya sering berganti tempat dalam ranking orang terkaya dunia.
Sebelumnya CEO Facebook Mark Zuckerberg mampu menyalip bos Oracle menjadi orang terkaya ke enam di dunia. Kekayaannya bertambah hingga US$ 6 miliar dalam sehari. Hal ini akibat Facebook yang melaporkan keuntungan perusahaannya jauh melebihi angka yang diprediksi para analis.
Jeff Bezos atau pria yang bernama lengkap Jeffrey Preston Bezos lahir di Albuquerque, New Mexico, 12 Januari 1964. Dia mendirikan Amazon pada 1994.
Empat tahun kemudian ia masuk jajaran 400 orang terkaya Amerika versi Forbes dengan total kekayaan Rp 21,5 triliun. Kekayaannya terus meningkat sehingga pada tahun 2010 masuk dalam 20 orang terkaya Amerika dan muncul di daftar orang paling berpengaruh untuk pertama kalinya. (Vna/Ahm)

Liputan6.com, Jakarta -  Kemampuan CEO Amazon  Jeff  Bezos memang patut diberikan apresiasi. Bagaimana tidak, dalam 20 menit lelaki ini mamp...

SKPD Diminta Berdayakan Pengusaha Daerah

Terkait dengan adanya berbagai proyek pengadaan. Seperti, pengadaan alat tulis kantor (ATK) di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), diminta agar dapat memberdayakan para pengusaha lokal yang ada di Boltim. Demikian disampaikan Bupati Sehan Landjar. "Saya berharap agar SKPD dapat memberdayakan para pengusaha yang ada di Boltim, terkait dengan adanya berbagai proyek pengadaan,” pintanya. Ini perlu ditegaskan, karena sampai saat ini masih banyak SKPD yang masih menggunakan jasa pengusaha yang berasal dari luar Boltim. Sementara, saat ini sudah banyak warga Boltim yang bergerak dalam bidang usaha penyedia ATK dan berbagai kebutuhan kantor lainnya. “Jika seluruh SKPD di jajaran Pemda Boltim memberdayakan para pengusaha yang ada, diyakini ke depan putaran ekonomi di wilayah ini akan terus meningkat,” ujarnya. Beberapa pengusaha khususnya penyedia jasa ATK, kepada wartawan mengatakan, sebagai pengusaha mereka bangga kepada bupati yang telah menyampaikan kepada seluruh SKPD untuk dapat memberdayakan pengusaha yang ada di Boltim. “Dengan demikian, hal itu telah membantu kami selaku pengusaha daerah,” aku sejumlah pengusaha, yang enggan ditulis nama mereka. (matt rey kartoredjo)

Terkait dengan adanya berbagai proyek pengadaan. Seperti, pengadaan alat tulis kantor (ATK) di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKP...


Top